<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136</id><updated>2011-04-21T19:14:20.319-07:00</updated><category term='Tentang seorang teman yang melangkah jauh'/><title type='text'>ABROAD</title><subtitle type='html'>Welcome home...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-4260332373747923419</id><published>2008-01-03T03:29:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T03:30:26.912-08:00</updated><title type='text'>Absentminded</title><content type='html'>"Selamat datang di dua ribu delapan" sapanya saat kami berada diambang pintu masuk dua ribu delapan. "Kami janjikan segala yang terbaik untuk kebahagiaan anda" lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lira dan Rupi yang berada di baris depan kumpulan saling memandang lalu tersenyum, sumringah mendengar kalimat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanyut dalam pesta memasuki dua ribu delapan. &lt;br /&gt;Harapan terbit dan mimpi menghampar di kepala setiap mereka.&lt;br /&gt;Sekonyong seperti memulai lembaran baru untuk kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pesta terasa pantas digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh kami merasakan kepuasan yang anda maksud?" Lira bertanya kepada dia yang menyapa kami tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu nyonya, hanya jika anda berada di dua ribu delapan" jawabnya ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa dua ribu tujuh yang hampir habis membuat Lira dan Rupi bergegas ingin mengambil tempat di dua ribu delapan. Mereka tidak ingin seperti saat di dua ribu tujuh dimana kesusahan, kepedihan, dan air mata menjadi sabahat yang begitu lekat bagi hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami janjikan bahwa segala macam kesusahan, kepedihan, duka, dan atau airmata yang melekat dalam hidup anda selama berada di luar dua ribu delapan akan hilang, lenyap tidak bersisa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh?" kali ini Rupi yang bertanya. Matanya berbinar, antara bahagia dan tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tentu. Apapun keadaan, bagaimana pun keadaan anda"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wow! Baiklah. Boleh kami masuk sekarang?" Lira tidak sanggup menahan luapan emosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan sudah saatnya" sepenggal kalimat terucap darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lira, Rupi, dan kumpulan itu melesat berlari memasuki dua ribu delapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua kebahagiaan telah menanti anda untuk dimiliki. Raihlah mereka semua dengan kerja keras, karena tanpa kerja keras itu semua tidak akan mungkin anda miliki" Lira dan Rupi tidak mendengar kalimat ini, pun menyadarinya. Begitu juga dengan manusia manusia lain mereka seperti Lira dan Rupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika anda merasa buntu bicaralah pada pemilik tempat ini" orang tadi masih melanjutkan kalimatnya meskipun tidak satu orangpun yang mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia akan selalu ada untuk memberikan jalan" orang tersebut terus mengucap. "Karena sebagai yang empunya tentu dia sangat memahami segala yang ada di tempat ini. Hanyalah dia pemilik sejati, cermatilah pemilik pemilik palsu yang justru akan menyesatkan engkau"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat dari ambang dua ribu delapan bahwa banyak dari kumpulan tersebut yang tak tentu arah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupi menyikut seorang tua renta demi Rupiah yang ia lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama sering Rupi lakukan di dua ribu tujuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-4260332373747923419?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/4260332373747923419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=4260332373747923419&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/4260332373747923419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/4260332373747923419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2008/01/absentminded.html' title='Absentminded'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-8410157867893728853</id><published>2008-01-03T03:24:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T03:28:37.283-08:00</updated><title type='text'>Karena Dia</title><content type='html'>Rumah Toyib,&lt;br /&gt;Rabu, 13.56&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo"&lt;br /&gt;"Halo"&lt;br /&gt;"Selamat siang tante, ini Jaka"&lt;br /&gt;"O, nak Jaka. Ada apa nih tumben nelpon.."&lt;br /&gt;"Ini tante, ada ?@#y%* ga %^$$? D#@i t@+) @)*ya *&amp;amp;ri## g(* k#$%emu %et&amp;amp;^u. h@#$nya juga tu&amp;amp;%$#"&lt;br /&gt;" halo...halo nak Jaka, suaranya putus putus nak. Kenapa tadi?&lt;br /&gt;" ada Toyib di rumah ga Tan? Dicariin dari tadi ga ketemu ketemu, terus hpnya juga tulalit"&lt;br /&gt;"loh, tadi pagi kan pergi ke sekolah bareng?"&lt;br /&gt;"Iya sih tan, tapi ga lama saat kita nongkrong di kantin Toyibnya pergi entah kemana. Padahal abis itu janjinya kita mau ngumpul bareng sama temen temen yang lain, sekarang dia udah ditungguin nih"&lt;br /&gt;"wah tante ngga tau tuh nak Jaka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Toyib.&lt;br /&gt;Rabu, 12.10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Toyib sedang terlihat sibuk memasak didapur. Malam nanti suaminya, dan Toyib - satu satunya anak mereka - akan mengadakan makan malam bersama untuk merayakan di terimanya  Toyib di bangku kuliah. Ia dan suaminya yakin sekali kalau Toyib pasti ujian masuk universitas karena itu mereka tidak ragu untuk mempersiapkan makan malam bersama ini meski pengumuman baru diadakann pagi harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" o ala...koq bisa ya aku lupa beli garam? " gerutu ibunya Toyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia segera mematikan kompor yang sedang menyala tersebut dan bergegas menuju bagian depan rumah untuk mengambil selopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan membeli garam di toko Bu Juju yang terletak beberapa rumah dari rumahnya, persisnya 20 meter ke arah sebelah kanan rumahnya lalu belok ke kanan lagi. Sengaja ia tidak mengunci pagar karena ia hanya akan pergi sebentar dan toh lingkungan rumahnya sangat aman pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau keluar dari rumah Toyib ada dua pilihan, ke kanan dan ke kiri. Jika ke kanan seperti yang ibu Toyib lakukan sekarang ini kita akan menemukan toko Bu Juju, taman komplek, posyandu, dan kantor kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika mengambil ke kiri kita akan menemui rumah pak RT, pos kamling RT setempat, dan toko Ibu Seli yang hari ini masih tutup berhubung yang empunya baru pulang dari kampung halamannya lusa nanti. Masih bagian sebelah kiri dari rumah Toyib, jika kita kemudian mengambil ke kiri di gang ke dua dan berjalan sekitar dua ratus meter maka  kita akan menemui jalan raya.&lt;br /&gt;" rasanya aneh aku bisa lupa membeli garam, padahal tidak biasa biasanya aku melupakan sesuatu. Jangan jangan ini pertanda sesuatu...tapi apa ya?" Ibu Toyib menggumam sendiri dalam perjalanannya menuju toko Bu Juju, tak lama ia berbelok ke kanan dan hanya dalam beberapa langkah lagi ia akan sampai. Dilihatnya beberapa ibu ibu sedang asyik berbincang di depan toko Bu Juju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah Ibu Toyib berbelok ke gang toko Bu Juju Toyib muncul dari gang kedua sebelah kiri rumahnya dengan kecepatan lari yang luar biasa, keadaannya terlihat sangat berantakan, dengan peluh yang deras pula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah ia langsung menghambur ke kamarnya di lantai atas, tidak lupa ia bawa serta sepatunya ke lantai atas. Toyib memiliki cukup banyak koleksi sepatu dan semua sepatu tersebut berada di rak sepatu di depan pintu kamarnya. Semuanya dalam keadaan yang bersih dan terawat. Toyib memang terkenal akan kebersihan, ketelitian, ketekunan, dan kerapihannya yang didapat dari hasil didikan orang tua. Satu contoh nyata lagi selain sepatu tadi adalah jika kita perhatikan dengan teliti bahwa meskipun tadi dia langsung menghambur ke dalam rumah, dia masih sempat menutup pintu pagar dan rumah persis dengan keadaan sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Toyib,&lt;br /&gt;Rabu, 13.56&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" dari tadi ibu dirumah dan dia belum pulang tuh nak.."&lt;br /&gt;" o ya sudah bu, biar nanti kita cari lagi"&lt;br /&gt;" sebentar sih kita sekeluarga janjian akan makan malam bersama. Nanti klo dia datang tante suruh hubungi nak Jaka deh."&lt;br /&gt;" o gitu tante..."&lt;br /&gt;" iya, sekalian aja klo bisa nak Jaka ikutan"&lt;br /&gt;" wah terima kasih tante, tapi saya juga ada janji "&lt;br /&gt;" o...eh iya nak, sampai lupa nih. Gimana kalian lulus tidak?&lt;br /&gt;" o iya tante sampai lupa bilang...Jaka sama Toyib lulus Tante, bahkan Toyib diterima di pilihan pertamanya tante"&lt;br /&gt;" o iya ya?...puji Tuhan, Alhamdulillah..."&lt;br /&gt;" ya sudah tante, nanti agak malam saya usahakan datang ke rumah tante ya? Selamat siang tante"&lt;br /&gt;" Selamat siang juga " lalu Ibu Toyib menaruh gagang telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menutup telepon kemudian Ibu Toyib bertanya tanya dalam hati kemanakah gerangan buah hatinya itu pergi? Namun demikian ia yakin Toyib akan baik baik saja maka ia melanjutkan pekerjaannya membereskan rumah sambil menonton acara TV kesayangannya.&lt;br /&gt;Terima kasih untuk masukkannya, saya sudah coba perbaiki dibagian ini. Ditunggu terus masukkannya ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah akan mengerti mengapa seseorang menjadi sangat berarti dalam hidup kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PART II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantin sekolah&lt;br /&gt;Rabu, 11.05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mang Encep, gua biasa pesen mie ayam satu ya, ga pake lama" Toyib memesan makanan kesukaannya. Sesaat kemudian dia melangkah menghampiri teman temannya yang sedang ngobrol di tengah tengah kantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo bro...gimana nih acara kita, udah beres semua?" tanya Toyib kepada Mamat, ketua acara farewell party geng Toyib. "lo nyantai aja deh Yib, Mamat gitu loh...!" jawab Mamat semangat dan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah  riuh rendah keadaan kantin sesaat kemudian tiba tiba rekan rekan Toyib  tampak berbisik bisik dan memandang ke suatu sudut kantin ini, tepatnya ke arah tempat jualan Mpo Yeni. Di sana, persis beberapa derajat di samping televisi kantin 17 inch yang suaranya cukup terdengar sampai ke tempat Toyib berdiri dan sedang memutar acara infotainment, terlihat Jaka sedang bercakap cakap dengan Nirmala. Toyib memandang ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua siswa di sekolah ini tahu bagaimana kisah Jaka dan Nirmala. Harusnya mereka sudah bisa jadian sayangnya Jaka si raja jalanan sekolahan ini tidak berani berbicara atau lebih tepatnya tidak mampu mengucap sepatah katapun jika dihadapan Nirmala dan Nirmala pun sebaliknya, padahal - lagi lagi - semua juga tahu kalau mereka saling suka. Bahkan mereka berduapun sama sama tahu bahwa mereka saling suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman teman Jaka sangat mendukung Jaka untuk jadian dengan Nirmala, begitupun teman teman Nirmala. Berkali kali mereka menjebak kedua orang ini dalam sebuah situasi yang membuat mereka saling berbicara namun mereka selalu gagal. Betapa gemasnya mereka melihat kedua orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Jaka dan Nirmala tidak sadar bahwa mereka kini sedang menjadi pusat perhatian, Jaka sangat terlihat sedang berusaha menenangkan diri dalam percakapan tersebut sedangkan Nirmala meski gugup lebih mampu menguasai diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa menariknya tingkah polah kedua siswa tersebut sehingga tanpa komando setiap orang yang ada di dalam kantin kemudian terdiam menyaksikan Jaka dan Nirmala, beberapa ada yang senyum senyum, bisik bisik, dan berusaha mencuri dengar apa yang mereka bincangkan. Mang Encep yang hendak menyerahkan mie ayam pesenan Toyib-pun kini hanya diam berdiri mematung di samping Toyib sambil memandang ke arah Jaka dan Nirmala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah beberapa detik berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaka menoleh, ia tersadar bahwasanya setiap orang sedang memandang mereka dan sontak mukanya memerah. &lt;em&gt; "mati gua."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama berselang Nirmala lalu ikut tersadar, segera ia tundukkan wajahnya dalam dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dua orang anak manusia yang tengah membara api asmaranya tersebut seperti pesakitan di ruang sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anjrit! Raja jalanan akhirnya berani juga!" Bejo - tangan kanan Jaka di komunitas motor sekolah mereka - melontarkan ejekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Jaka semakin memerah. Malu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang Jaka, ambilin Mala bulan kang" Asih meledek Jaka.&lt;br /&gt;"Apa lo Sih? Gua beri nih!" Jaka menggertak Asih dan teman teman yang lain.&lt;br /&gt;"Ah...jantan banget sih, di depan sang bidadari tampil dengan gagah berani...mauw dong bo" Tuti yang duduk bersama Asih dan beberapa siswi perempuan bersemangat menjawab gertakan Jaka.&lt;br /&gt;"Aku boleh anterin kamu pulang ga nanti" celetuk seseorang siswa mengulang kalimat Jaka tadi kepada Nirmala. Sayangnya pertanyaan Jaka ini belum mendapat jawaban dari Nirmala.&lt;br /&gt;"Boleh....kenapa dari dulu aja!" sahut siswi lain gemes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak mereka berteriak teriak tak tentu arah, bersiul, memukul mukul meja, membuat bebunyian dari mangkok mangkok dan botol botol minuman yang di pukul pukul dengan sendok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku nih yee..." teriak Somad ditengah gemuruh para siswa, maka semakin menjadi jadi lah mereka berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"ga mungkin...."&lt;/em&gt; batin Toyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat teman temannya semakin tidak terkendali Jaka segera mencari Toyib dari tempatnya berdiri, ia butuh bantuan untuk membuat semua anak anak ini diam. Dilihatnya Toyib namun pemuda itu segera beranjak pergi meninggalkan kantin, Jaka bermaksud mengejarnya namun sebuah celetukkan menyurutkan langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang Jaka, jangan makanannya Nirmala aja yang dibayarin atuh...Asih juga dong kang." Asih melanjutkan ejekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Au ah..." Jaka menjawab sekenanya. Jengkel hati Jaka mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas Jaka mengejar Toyib namun langkahnya terhenti di pintu kantin karena empat orang teman Jaka menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau kemana lo?"&lt;br /&gt;"Mau kabur ya? Ninggalin Nirmala sendirian?" sambil mendorong Jaka kembali ke dalam Budi berkata.&lt;br /&gt;"Udah deh jangan pada rese lo semua..." Jaka coba menahan emosinya.&lt;br /&gt;"Kalau gua sendirian dan bukan soal Nirmala gua ga akan berani Jak, tapi ini soal harga diri lo sebagai ketua komunitas motor sekolahan man, sori..lo mesti balik kesana" Bejo menerangkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"damn...! ada apa dengan anak itu?"&lt;/em&gt; Jaka bertanya dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PART 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian terakhir...finally! Terima kasih sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menganggap remeh sesuatu atau seseorang karena bukan tidak mungkin dari sana kita mendapat inspirasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Toyib.&lt;br /&gt;Rabu, 12.14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyib beranjak dari kursi dan menjatuhkan diri ke atas ranjangnya, ia tinggalkan komputernya tetap menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Ya Tuhan..."&lt;/em&gt; Toyib membatin di atas ranjang di dalam kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya kemudian menatap foto seseorang yang dia dikeluarkan dari bagian tersembunyi di dompetnya, foto ini hanya Toyib yang memiliki karena waktu itu ia diam diam tanpa ada yang menyadari ikut memotret perempuan tersebut. Kualitas warna dan ketajamannya memang tidak terlalu bagus mengingat kamera hp-nya yang biasa biasa saja, namun ia puas karena mendapatkan moment yang sangat pas yakni saat ia sunggingkan senyumnya tepat ke arah dimana Toyib berdiri waktu itu. Mungkin hanya kebetulan belaka sehingga seakan akan dia tersenyum pada Toyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak detik itu ia simpan rapat rapat semua yang ia rasakan terhadap perempuan ini, ia gali dalam dalam lubuk hatinya yang terdalam dan ia letakkan rahasia ini di dalam sana. Tidak seorangpun yang mengetahuinya, bahkan tidak pula Jaka sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyib terbawa kembali ke masa dimana dia pertama kali memandangnya, sungguh betapa ia mengagumi keteduhan wajahnya. Toyib tidak kuasa menahan rasa yang membuncah di dalam dadanya. Dentumannya terasa sangat hebat, bulat dan dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah terpikirkan oleh Toyib kalau tenyata akan seperti ini akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kelas sebuah Universitas&lt;br /&gt;Tiga bulan setelahnya, 10.05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat pagi semua..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyib yang sedari tadi menunduk di kursinya di barisan paling depan kini mengangkat wajahnya dan melihat sosok manis itu melangkah anggun di depan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Diandra Paramitha Sastrowardoyo"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku tahu aku tidak akan pernah menjadi kekasihnya...setidaknya dia akan menemani aku dalam ruang kelas ini sambil menuturkan kata demi kata dan kalimat demi kalimat, serta sesekali ia akan haturkan senyumnya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyib begitu kaget saat dirinya mengetahui bahwa Dian Sastro akan menjadi dosen pengajar di jurusan universitas yang dipilihnya, hingga dengan begitu kejam ia meninggalkan Jaka yang sedang butuh bantuannya di kantin waktu itu. Saat seluruh yang ada di kantin memperhatikan Jaka dan Nirmala ia malah memusatkan perhatiannya pada infotainment yang sedang menayangkan Dian Sastro yang akan menjadi dosen pengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ide yang muncul saat lagi stuck dan infotainment memberitakan Dian Sastro akan menjadi dosen"&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-8410157867893728853?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/8410157867893728853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=8410157867893728853&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/8410157867893728853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/8410157867893728853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2008/01/karena-dia.html' title='Karena Dia'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-4220167351832109056</id><published>2008-01-03T03:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T03:24:22.119-08:00</updated><title type='text'>Jatuh Cinta Lagi</title><content type='html'>&lt;em&gt;" Mungkin aku pernah juga merasakan cinta tapi tak pernah seindah ini...."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                                                                                   &lt;em&gt;Larut oleh Dewa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Apa kamu pernah jatuh cinta?&lt;br /&gt;#          Ya.&lt;br /&gt;+          Seperti apa rasanya?&lt;br /&gt;#          Jauh lebih indah dari apa yang sekarang dapat kamu bayangkan.&lt;br /&gt;+          Hanya itu?&lt;br /&gt;#          Jauh lebih menyakitkan dari yang apa yang sekarang dapat kamu pikirkan&lt;br /&gt;+          Sungguh?&lt;br /&gt;#          Ya.&lt;br /&gt;+          Ceritakan tentang indahnya cinta.&lt;br /&gt;#          Aku tidak bisa.&lt;br /&gt;+          Mengapa?&lt;br /&gt;#          Cinta adalah cinta.&lt;br /&gt;+          Maksud kamu? setidaknya kamu kan dapat menggambarkannya melalui kata kata&lt;br /&gt;            atau kalimat kan?&lt;br /&gt;#          Tidak bisa, kata atau kalimat sangat terbatas sedangkan cinta adalah cinta.&lt;br /&gt;+          Berarti dia sangat luas?&lt;br /&gt;#          Mungkin.&lt;br /&gt;+          Loh...&lt;br /&gt;#          Cinta adalah cinta dan kita tidak akan pernah dapat mendefinisikan,       menggambarkan, atau apalah itu istilahnya. Cinta dengan sendirinya akan&lt;br /&gt;            mendefinisikannya dirinya kepada diri kita.&lt;br /&gt;+          Bagaimana agar cinta dapat mendefinisikan dirinya pada kita?&lt;br /&gt;#          Ketika ia ada di dalam diri kita&lt;br /&gt;+          Bagaimana agar cinta ada dalam diri ini?&lt;br /&gt;#          Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana, kapan, dimana cinta akan hadir di diri&lt;br /&gt;            kamu.&lt;br /&gt;+          Bagaimana kamu tahu bila cinta telah ada dalam diri kamu?&lt;br /&gt;#          Hanya cinta yang mampu menjelaskannya.&lt;br /&gt;+          Jika aku memiliki cinta dalam diriku kepada siapa cinta ini tertujukan?&lt;br /&gt;#          Tanyalah pada cinta&lt;br /&gt;+          Saat aku menatap seseorang dada ini bergemuruh rasanya&lt;br /&gt;#          Cinta tidak pernah salah, yang ada hanyalah kita yang salah mencintai&lt;br /&gt;+          Apa kamu pernah jatuh cinta?&lt;br /&gt;#          Entahlah, namun sedari tadi ini dadaku bergemuruh saat aku menatap wajahmu.&lt;br /&gt;+          (tertunduk)....sudah lama aku ingin mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah tanda bahwa kita manusia yang hidup...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-4220167351832109056?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/4220167351832109056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=4220167351832109056&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/4220167351832109056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/4220167351832109056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2008/01/jatuh-cinta-lagi.html' title='Jatuh Cinta Lagi'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-8321519124177941114</id><published>2008-01-03T03:20:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T03:22:29.981-08:00</updated><title type='text'>Sudah Tidak Malas Lagi</title><content type='html'>Klo nanti males gua udah ilang, gua akan bikin sesuatu yang outstanding&lt;br /&gt;Klo nanti gue udah ga males, gua akan bikin orang orang pada tersenyum.&lt;br /&gt;Klo nanti males gue udah ilang, gue akan nyenengin setiap orang.&lt;br /&gt;Tapi sori ya, nanti aja, sekarang gue masih males.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue maalleesssss banget....&lt;br /&gt;Badan males digerakin, otak ga mau mikir yang berat berat atau lebih tepatnya lagi ga bisa dipake buat mikir sih. Dari tadi gue pengen banget minum kopi tapi udah dua jam ga jadi jadi juga gue bikin tuh kopi.&lt;br /&gt;Sekedar lo tau aja, ga enak banget klo lagi ngerasa kayak gini, mudah mudan jangan pernah deh lo ngerasa kayak gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi ga jelas gini deh mau ngapain. Buka..tutup game di komputer sudah berkali kali, terus megang megang hape padahal ga ada yang telp atau sms. Tadi juga sempet gue coba untuk bakar rokok tapi baru dua hisap udah gue matiin, edan! Kayak udah kebanyakan uang aja gue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabut deh gue dari sini, mau ke taman yang disana aja lumayan siapa tahu tanaman tanaman hias disana bisa nyulut semangat gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm ! gimana mau ke taman? Bangun dari kursi ini aja malesnya minta ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh kenapa sih gue?&lt;br /&gt;Somebody please help me....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya! Nonton DVD ah...&lt;br /&gt;Huek! baru semenit rasanya eneg banget padahal itu film yang bagus loh, gue udah lama banget pengen nonton film ini. Ok deh, nanti klo gue udah ga males gue akan nonton film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upss, ada telp.&lt;br /&gt;Aduh siapa lagi sih? Males ngomong juga nih...&lt;br /&gt;Eh, ternyata bunda hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo sayang...”&lt;br /&gt;“Halo yah, lagi ngapain..?”&lt;br /&gt;“Ee...lagi ngetik, biasa numpahin ide”&lt;br /&gt;“Pulang jam berapa” tanyanya manja.&lt;br /&gt;“Belum tahu, kenapa Nda?”&lt;br /&gt;“kangen...”&lt;br /&gt;“Oh, iya aku pulang sekarang...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YES! Setelah tertunda akhirnya dapet juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-8321519124177941114?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/8321519124177941114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=8321519124177941114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/8321519124177941114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/8321519124177941114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2008/01/sudah-tidak-malas-lagi.html' title='Sudah Tidak Malas Lagi'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-5343458394108092870</id><published>2007-12-11T02:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T02:34:27.954-08:00</updated><title type='text'>SMOKER</title><content type='html'>Sisa sisa air yang mengguyur bumi masih dengan jelas terlihat mata telanjang menggenang di beberapa bagian badan jalan protokol ibukota yang lalu lintasnya semrawut. Langit masih terlihat mendung, seakan pertanda bahwa hujan belumlah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan akan datang kembali untuk membasahi bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan bila air yang memercik dari angkasa itu menjadi banjir. Sedianya dia turun untuk menyegarkan dahaga tumbuh tumbuhan sahabatnya, namun kini sahabatnya banyak hilang tergerus mesin mesin dan mahkluk mahkluk yang merasa dirinya pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Komdak komdak!" suara kondektur berteriak lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam bangkit berdiri dan berkata "komdak kiri bang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondektur itupun memukul mukulkan beberapa uang logam yang tersatu di genggamnya ke kaca pintu dihadapan. Sebuah irama pukulan yang khas ala angkutan umum kota Jakarta terdengar dan laju kendaraan kian menyurut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam sedikit meloncat saat turun, bus ini terlihat begitu tergesa mengejar sesuatu di depan sana sehingga sulit membayangkan ia sungguh sungguh berhenti walau sungguh sungguh untuk sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuannya, Sam harus menunggu sebuah kendaraan umum yang memiliki rute ke arah sana. Sama seperti yang sebelumnya ia tumpangi dan sama pula seperti bus bus lainnya di kota Jakarta, bus yang ia nanti kini adalah bus bus reyot dan kotor yang dipaksakan belari. Gerimis menerpa wajah Sam, ia berlari kecil ke halte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenit berlalu tanpa satupun bus yang dinantinya melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, punya.." seorang bapak berumur 30-an menyentuh lengannya, sambil kemudian tangannya memperagakan sebuah gerakan yang sudah sangat ia mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan” Sam menyahut dan meminjami apa yang di tanyakan si bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis masih setia menemani Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih” si Bapak mengucap dan mengembalikan apa yang di pinjamnya kepada Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama sama” Sama menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arah kiri Sam tampak tiga orang berlarian. Laki laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak bicara dan seperti dikomando ketiganya mengeluarkan sesuatu dari saku celana abu abu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sial” salah satu dari mereka mengumpat kesal karena apa yang dikeluarkan dari sakunya sudah tidak terlalu baik lagi bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang temannya tertawa dan mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bapak dan tiga orang laki laki menikmati setiap hisapan dan hembusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dari tiga laki laki itu terbatuk dan menekan nekan dadanya, seperti menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Sam berniat akan menyimpan saja dulu batang terakhir ini hingga ia tiba ditujuannya nanti, namun melihat si bapak dan tiga orang laki laki itu akhirnya niatnya pupus, larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam, si bapak, dan tiga orang laki laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah mereka adalah pahlawan pahlawan yang berperan dalam pembangunan bangsa ini. Tanpa empat orang tersebut dan juga tanpa mereka yang melakukan sesuatu seperti yang Sam, si bapak, dan tiga orang laki laki tersebut lakukan bangsa ini akan memiliki lebih banyak pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh mereka rusak, dan banyak orang terselamatkan kehidupan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah mereka adalah pendukung rusaknya lingkungan?&lt;br /&gt;Karena untuk membuat apa yang mereka nikmati entah sudah berapa banyak pohon pohon tertebang, sudah berapa banyak nikotin dan zat zat kimia perusak lainnya yang tertebar di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampurna masih menunggu bus yang akan mengantarnya ke tujuan di halte itu. Di sisi kanannya si bapak dan di sisi kirinya tiga orang laki laki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-5343458394108092870?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/5343458394108092870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=5343458394108092870&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/5343458394108092870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/5343458394108092870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2007/12/smoker.html' title='SMOKER'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-6129954643421782174</id><published>2007-11-26T00:06:00.001-08:00</published><updated>2007-11-26T00:07:18.377-08:00</updated><title type='text'>Val - Sebuah Kisah</title><content type='html'>Valerie Melaka adalah namaku.&lt;br /&gt;Aku anak pertama dan satu satunya dari ayah dan bundaku.&lt;br /&gt;Aku menikmati hidup. Aku diajarkan untuk selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira kira lima bulan yang lalu aku mengenal dia, salah satu karyawan dimana aku bekerja saat ini. Tidak ada yang spesial saat kami bertemu dan berkenalan atau tepatnya saat aku diperkenalkan kepada setiap karyawan diperusahaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa dan bagaimana aku sangat menyukai suasana kantor ini, begitu hidup dan dinamis. Dinding dinding ruangan yang dihiasi beragam corak dan warna yang cukup memberi rasa segar untukku dan desain minimalisnya teramat sedap dipandang mata, tidak seperti umumnya interior perkantoran yang senada, monoton, layaknya Jakarta dan rutinitas manusia manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lima tahun yang lalu aku menginjakkan kakiku di kota ini, Bandung - kota kembang. Kota yang asri, sejuk, dan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lima tahun yang lalu di kota ini aku tinggal sendiri atau mandiri, tidak bergantung pada saudara dari ayah ataupun bundaku hanya karena satu alasan yakni kebebasan. Dengan cara ini aku bebas mau berbuat apa saja, pulang dan pergi kapan saja, melangkah sesuka hati kemana saja dengan resiko yang kutanggung sendiri atau dengan kata lain bebas bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelahnya, aku memilih untuk tinggal di salah satu apartemen di kota ini. Biayanya kudapatkan dari berbagai kerja serabutan mulai dari penyiar, MC, desainer grafis, menjadi vocal talent untuk radio atau TV ads, hingga menjual berbagai barang baru – yang aku dapat dari kenalan kenalan - kepada teman temanku dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga di pasar. Sesekali aku juga diajak sahabatku untuk ikut bernyanyi dari cafe ke cafe, pesta pesta pernikahan, atau acara acara lainnya. Melelahkan memang tapi aku menikmati apa yang kujalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lima tahun di Bandung&lt;br /&gt;Berjuta kisah tergurat&lt;br /&gt;Berpuluh kasih tertoreh&lt;br /&gt;Menyisakan kenangan&lt;br /&gt;Manis dan pahit&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Val, belum pulang?” sebuah suara menyadarkan Val. Sedikit tergagap Val menoleh kepada lawan bicaranya.&lt;br /&gt;“Oh kamu Grey, bikin kaget saja. Iya nih belum pulang, males kali ya pulang jam segini. Jalanan pasti macet dimana mana ...” Val sedikit mencurahkan isi hatinya.&lt;br /&gt;“Iya, rasanya Jakarta semakin tidak karuan ya Val?”&lt;br /&gt;“Begitulah, tapi itu semua juga karena kita kita juga”&lt;br /&gt;“O iya Val, kita ke PIM yuk? Just sight seeing dan sekalian makan malam, kamu kan belum makan…em maksud saya, sekarang kan sudah waktunya makan malam.”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Gosh”&lt;/em&gt; Grey sedikit salah tingkah, merasa telah salah bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Val penasaran dengan kalimat Grey yang secara terburu diralat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita?” Val mencoba mengacuhkan rasa penasarannya dengan bertanya hal lain.&lt;br /&gt;“Iya, you and me” jawab Grey&lt;br /&gt;“Are you sure?” Val meyakinkan jawaban Grey.&lt;br /&gt;“Yup, you and me and also…” Grey menekankan kata also sambil tersenyum, Val ikut tersenyum, kemudian Grey melanjutkan kalimatnya. “Hitomi, Franky, Wawan, Sita, Dian, Jali, Rushell, dan beberapa anak marketing.”&lt;br /&gt;“Hahaha, dasar..berangkat jam berapa?”&lt;br /&gt;“Seharusnya sekarang. Kamu siap siap, aku coba cek teman teman lain ya?”&lt;br /&gt;“Beres bos” jawab Val semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikirannya Grey bersyukur Val tidak bertanya mengenai kata katanya yang salah, yang sempat membuatnya sedikit salah tingkah. Grey tahu Val belum makan siang tadi, namun ia tidak ingin ada yang tahu mengenai ketahuannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikirannya Val bertanya tanya apakah Grey mengetahui ia belum makan? Sepeduli ituah Grey pada teman teman kerjanya? Atau jangan jangan Grey hanya peduli pada dirinya? Ia berharap TIDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-6129954643421782174?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/6129954643421782174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=6129954643421782174&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/6129954643421782174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/6129954643421782174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2007/11/val-sebuah-kisah.html' title='Val - Sebuah Kisah'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-3637800449163730392</id><published>2007-11-15T02:52:00.000-08:00</published><updated>2007-11-15T02:56:15.823-08:00</updated><title type='text'>KEKELUDAN</title><content type='html'>“Mbang, hari ini kita bakal dapet banyak”&lt;br /&gt;“Jangan senang dulu To, nanti seperti kemarin lagi”&lt;br /&gt;“Tenang saja, kali ini pasti rapih.  Si Lae udah aku ingatkan supaya ntar malam surga kita bener bener steril, trus aku juga udah pesen mobil ama Sam, ntar dia kita bagi dikit biar bacotnya ga kemana mana” Narto berkata sambil jemari tangannya mengkerucut menghadap mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam temaram malam berbintang dan berada dibalik semak semak hutan Bambang dapat melihat dengan jelas gerakan tangan Narto. Ia geli melihat mulut sahabatnya yang saat itu terlihat bertambah mancung beberapa senti. Narto menoleh kepada sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu ngetawain aku?” Narto bertanya.&lt;br /&gt;“Tidak, kamu itu menuduh aku terus ya?”&lt;br /&gt;“Ah kamu emang selalu gitu kan? udah ngaku aja!” Narto mendorong Bambang lalu Bambang balas mendorongnya.&lt;br /&gt;“Hah, kamu lebih percaya omongan orang daripada aku” Bambang kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi dorong mendorong diantara mereka, sementara malam semakin pekat seiring hilangnya bintang dan rembulan dari langit malam. Terdengar sebuah suara. Mereka segera diam, tiarap, berguling di lumpur, dan merapatkan badan mereka ke tanah yang becek. Kini mereka seolah hilang, saru dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Togar, cepat kamu periksa semak semak disana!”&lt;br /&gt;“Ziap komandan!” si Togar yang biasa dipanggil Lae menjawab perintah atasannya.&lt;br /&gt;“Kamu” Jono sang komandan menunjuk kepada seorang pemuda desa “temani dia!”.&lt;br /&gt;Maka Togar dan pemuda itu segera beranjak ke semak yang bergerak gerak sesaat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada apa apa Pak” pemuda desa itu berkata kepada Togar. Togar hanya diam dan memicingkan mata, teliti mengamati setiap sudut daerah itu. Dalam hati pemuda desa itu merasa takut, kalau kalau yang membuat semak tersebut bergerak adalah demit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selintas ujung tumit Narto terasa gatal maka dimiringkan kakinya yang gatal tersebut dan sebelah kaki lainnya menggaruk pelan bagian yang gatal, perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Togar memiliki mata yang terlatih dengan baik untuk melihat dalam gelap yang pekat. Telinga yang peka terhadap bunyi yang sayup sayup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Togar melangkah perlahan, otaknya sedang memperkirakan sesuatu, kira kira satu setengah meter dari tempat dimana ia merasa ada yang mencurigakan ia hentakkan kakinya agak kencang. cukup kencang hentakannya untuk membuat genangan lumpur tersebut muncrat ke wajah Narto yang kebetulan sedang mengamati Togar dari posisinya yang tiarap. Bambang menahan tawa melihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasain lo” umpat Bambang dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Narto menahan dongkol, emosinya meletup. Andai saja tidak ada pemuda desa itu ia pasti sudah bangkit berdiri dan menghajar si Batak itu namun demi rencana yang sudah tersusun dan agar tidak timbul kecurigaan dari siapapun Narto menahan emosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Togar tersenyum puas. Ia tahu diantara dua orang yang tiarap tersebut, entah Narto entah Bambang ada yang sedang menahan emosi terkena cipratan lumpur dari hentakan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mampuz kau! Makanya jangan berizik, bikin curiga saza! Kalau sampai gagal matilah awak!” kata Togar dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo kita pergi, zudah berez zemua” Togar mengajak pemuda desa tadi kembali ke kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kelompok Togar melapor pada komandannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ziap, lapor komandan tidak ada apa apa. Hanya binatang yang kebetulan lewat tadi”&lt;br /&gt;“Ya sudah, kembali ke barisan depan. Percepat langkah kita, aku tidak mau mati oleh lahar Kelud itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Togar kembali ke bagian depan dan sang komandan menyulut rokoknya, seorang warga bertanya dengan setengah berbisik kepada pemuda desa yang tadi ikut bersama Togar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bener tadi cuma binatang?”&lt;br /&gt;“Bukan, makhluk halus. Tadi si Batak itu mengeluarkan mantra pakai kaki baru si mahkluk itu pergi”&lt;br /&gt;“Hiyy..” si penanya tadi bergidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mahkluk mahkluk halus yang mereka percaya ada dan sering mengganggu mereka, saat ini mereka juga terusik oleh para pencuri yang mengincar rumah rumah yang mereka tinggalkan karena harus mengungsi, Kelud semakin berstatus bahaya. Entah dari mana asal para pencuri itu dan entah dimana hati nurani para pencuri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa aman Bambang melepas tawa yang sedari tadi di tahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mampus kamu! Gimana rasanya lumpur? Hahahaha”&lt;br /&gt;“Diem kamu! Awas nanti si Lae, akan aku balas!”&lt;br /&gt;“Hahaha…memang kamu berani?”&lt;br /&gt;“Udah diem, lama lama kamu yang aku pukul!”&lt;br /&gt;“Iya…iya…hahaha!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu keduanya terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“To, kamu tidak kasihan ya sama mereka?” Bambang memulai obrolan baru.&lt;br /&gt;“Ya kasihan Mbang, cuma mau gimana lagi? Semua teman kita juga begitu, masa kita ga dapet?”&lt;br /&gt;“Iya sih To, cuma kamu kebayang tidak kalau hasil kerja keras kamu bertahun tahun dirampas orang begitu saja?”&lt;br /&gt;“Ya pastilah akan aku pertahankan sebisa mungkin Mbang”&lt;br /&gt;“Itu kali ya To kenapa warga desa susah sekali untuk di evakuasi. Mereka tahu, saat mereka pergi maka kita kita ini yang seharusnya menjaga harta benda mereka justru melakukan hal yang sebaliknya”&lt;br /&gt;“Iya, untung ya Mbang mereka tidak pernah bercerita ke media ya? bakal habis kita kalau mereka cerita”&lt;br /&gt;“Mana mereka berani, wong di tenda pengungsian setiap ada kesempatan orang orang kita akan mengancam mereka dengan cara halus” Bambang terdengar jumawa.&lt;br /&gt;“Cuma kita juga perlu ingetin teman teman kita, kayaknya ada wartawan yang mulai curiga. Dia beberapa kali saya pergoki lagi nanyain itu ama warga di pengungsian”&lt;br /&gt;“Ah, yang bener To? Gawat dong!”&lt;br /&gt;“Asal main cantik, semua pasti aman”&lt;br /&gt;“Terus gimana To? kamu mau terusin aksi kita ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 jam kemudian di sebuah sudut desa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Narto? Bambang? Ngapain kalian disini? Kan kalian sedang tidak bertugas di tempat ini?” Sukron teman mereka bertanya. Sepertinya ia kaget akan kehadiran Narto dan Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iseng saja, Suk. Itung itung bantu teman yang sedang bertugas. Kamu sendiri ngapain? yang jaga kan Kancil, Daeng, Ramli, dan teman temannya?” Narto menjawab Sukron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Sukron menjawab Bambang bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suk, yang kamu bawa itu apa? Kayaknya berat ya? kamu juga , kamu bawa apa Ndre?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukron dan Andre bingung menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arah lain muncul beberapa orang yang sedang bercakap cakap, sepertinya mereka tidak sadar akan kehadiran Narto, Bambang, Sukron, dan Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya mantap!” Daeng berkata dengan lantang. “Warga sudah tidak ada alasan lagi untuk ada disini, Keludnya sudah mau meledak! Kita masih ada waktu buat ngambil yang bagus bagus, lumayan buat beliin si Nani kalung emas. Sisanya buat foya foya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahahahaha…” segerombolan orang orang tersebut tertawa lepas, nampak bahagia dengan rencana mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narto, Bambang, Sukron, dan Andre terperangah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-3637800449163730392?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/3637800449163730392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=3637800449163730392&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/3637800449163730392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/3637800449163730392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2007/11/kekeludan.html' title='KEKELUDAN'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-1495124749835267165</id><published>2007-11-15T02:46:00.000-08:00</published><updated>2007-11-15T03:51:01.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang seorang teman yang melangkah jauh'/><title type='text'>Catatan Pendek Tentang Dia</title><content type='html'>Saat ini disini kala hangat mentari pagi menyapa dunia. Meski Erik tidak mengenalnya namun begitu sangat rasa kehilangan dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirnya, dunia semakin ditinggal oleh orang orang seperti dia. Orang orang yang begitu mudah mengatakan ya dalam memberi bantuan kepada orang orang disekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak cerita manis tentang dia yang didengar oleh telinga yang pekak oleh jeritan dan kebohongan. Tidak akan ada cerita manis yang baru akan terdengar lagi tentang dirinya, hanya cerita cerita manis lama yang akan terus terkenang dalam hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erik tidak mengerti apa yang akan terjadi nanti pada cinta dan buah buah cintanya yang masih hijau, hanya doa dan sedikit yang kami bisa dapat kami berikan. Erik yakin bahwa segala yang terbaik telah disiapkanNya untuk mereka petik di hari hari mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Erik tidak mengenal dan tidak akan pernah mengenalnya, Erik dapat membayangkan lembut dan damai surga sedang bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau adalah pahlawan bagi kami, yang jiwa jiwanya sedikit tergerus arus dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah tentang anak manusia, yang lahir, bertumbuh, dan pergi kembali kepadaNya. Selamat jalan engkau yang tidak ku kenal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-1495124749835267165?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/1495124749835267165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=1495124749835267165&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/1495124749835267165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/1495124749835267165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2007/11/catatan-pendek-tentang-dia.html' title='Catatan Pendek Tentang Dia'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-6599728167855558821</id><published>2007-11-14T01:57:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T02:00:37.784-08:00</updated><title type='text'>Lila</title><content type='html'>Kupu kupu kecil itu hinggap pada sebuah bunga yang kutatap sejak tadi, bunga putih segar yang dikelopaknya masih tersisa sisa rintik hujan itu indah untuk dipandang. Lewat sebuah sudut kecil di jendela kamar ini aku melihat semuanya itu.&lt;br /&gt;Senja sesaat lagi berganti dengan gelap. Jingga senja hari ini terlihat mengagumkan, sudah lama aku tidak melihatnya. Hampir dua puluh menit Lila terlelap dalam pelukan Brahma. Ia baui rambut lembut Lila, lembut dibelainya helai demi helai.&lt;br /&gt;Kemudian itu hadir kembali, ia terkenang pada saat dulu pertama bertemu Lila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lila berjalan lambat dan mempesona sementara semua yang disekelilingnya bergerak, berputar dengan cepat. Hembusan angin lembut memainkan mahkota indahnya. Begitu indah. Brahmana terpaku, sesaat sepertinya waktu berhenti kemudian dia dihempaskan dari tempat yang begitu tinggi dan meluncur deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Mata membungkus otak yang terisi realita. Hati terbisik dan bergetar, berdesir mencari makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas ranjang dihari itu, Brahmana berpikir adakah realita menyentuh apa yang siang tadi dia ingin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denting piano terdengar sayup dari radio, ia besarkan sedikit suaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau wahai langit&lt;br /&gt;Aku ingin bertemu membelai wajahnya&lt;br /&gt;Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah&lt;br /&gt;Hanya untuk dirinya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa delapan tahun sudah tiap detik yang berlalu ia habiskan bersama Lila. Hingga sisa akhir hidupnya ingin ia habiskan waktu bersama Lila. Hingga hembusan nafas terakhir ia akan berikan yang terbaik bagi Lila.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-6599728167855558821?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/6599728167855558821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=6599728167855558821&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/6599728167855558821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/6599728167855558821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2007/11/lila.html' title='Lila'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-8893565619373626793</id><published>2007-11-13T22:29:00.000-08:00</published><updated>2007-11-13T22:34:23.230-08:00</updated><title type='text'>P L A K ! ! !</title><content type='html'>Plak!&lt;br /&gt;Apa itu?!&lt;br /&gt;Apakah telapak tangan kasar seorang pria tengah mendarat di pipi lembut seorang wanita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sebuah buku telah dilempar ke atas meja oleh seseorang yang terburu buru?&lt;br /&gt;Hmm, rasanya lebih tepat jika itu adalah sebuah buku yang dilempar ke atas meja oleh seseorang yang terburu emosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah bukan, itu adalah telapak tangan yang sedang dipukulkan ke sebuah dinding yang diam dan akan selalu diam. Tapi bila iya, apa yang menyebabkan dinding tersebut diperlakukan demikian rupa? ada apa? mengapa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam&lt;br /&gt;Sang dinding hanya terdiam&lt;br /&gt;Dia terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kuwakili perasaan dinding itu dan menceritakannya disini namun aku tidak berani, karena bagaimanapun aku tidak akan pernah mengerti, tidak pernah paham apa yang dirasakannya saat sebuah telapak tangan seorang manusia yang emosi menampar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah dia dalam diamnya karena bila ia berbicara kita yang adalah manusia akan terhenyak tidak percaya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plak!&lt;br /&gt;Rasa ingin tahuku timbul kembali…memburu…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja…batinku, itu adalah sebilah bambu yang dipukulkan pada sebuah permukaan yang keras. Hiy…membayangkannya saja menghadirkan sensasi mencekam, ngilu, membuat meringis dan..ugh, bayangkan perihnya jika sebilah bambu itu mendarat di tubuh ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well maybe…&lt;br /&gt;Wait for a moment…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think.think..think...think….think……think…….think…….think……….think…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes!&lt;br /&gt;That's it !!!&lt;br /&gt;Ya..ya…benar…tepat….PERSIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-8893565619373626793?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/8893565619373626793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=8893565619373626793&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/8893565619373626793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/8893565619373626793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2007/11/p-l-k.html' title='P L A K ! ! !'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6277517603584393136.post-6957650954351647120</id><published>2007-11-13T22:16:00.001-08:00</published><updated>2007-11-13T22:26:16.031-08:00</updated><title type='text'>So...So</title><content type='html'>"Sial, gatel banget" Budi menggerutu dalam hatinya. Sesaat dia teringat kejadian beberapa hari yang lalu dalam sebuah bus ac yang biasa ia tumpangi tiap pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu duduk disebelahnya. Perempuan ini nampak sibuk dengan aktifitasnya. Damn! Menjijikan sekali perempuan itu, mending cantik! Ditambah dandanannya yang ga up to date dan pakaiannya emh...jauh dari bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus AC yang Budi tumpangi itu sudah terkenal sebagai busnya pekerja kantor maksudnya setiap pagi dan sore bus ini selalu di isi oleh laki laki dan perempuan pekerja kelas menengah yang tampil modis, trendy, harum, dan sibuk dengan handphone, ipod, laptop, atau gadget gadget lainnya. Maaf, bukan hanya ada laki laki atau perempuan sejati tapi ada juga laki laki yang tingkahnya melebihi perempuan sejati (yang entah kenapa akhir akhir ini bertambah banyak saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan yang diangkat juga biasanya seputar diskon merk merk ternama, menu baru di sebuah resto terkenal atau &lt;em&gt;cafe&lt;/em&gt;, gadget gadget keluaran terbaru, tempat nongkrong yang lagi &lt;em&gt;happening&lt;/em&gt;, klub yang ok ok, aroma aroma parfum terbaru, atau hal hal lain yang &lt;em&gt;gue banget gitu loh&lt;/em&gt; istilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya memang ada juga yang hanya tidur di dalam bus itu, dan biasanya alasan yang diberikan mereka - jika suatu saat kita dapat bertanya kepada mereka- mereka akan dengan ringan menjawab bahwa mereka habis &lt;em&gt;meeting&lt;/em&gt; hingga larut semalam tadi di sebuah hotel berbintang lima, atau juga mereka akan menjawab bahwa semalam mereka habis nongkrong disebuah &lt;em&gt;cafe&lt;/em&gt; hingga dini hari, atau sesekali mereka juga dapat menjawab masih &lt;em&gt;jet lag&lt;/em&gt; karena dari luar kota atau luar negeri. Benar atau tidaknya mana ada yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tahu kan mengapa saya bilang bahwa perempuan yang saya sebut tadi menjijikan? Di tempat seperti ini kok bisa bisanya sih dia melakukan itu? Harusnya dia liat sikon dong, jaga kelakuan! &lt;em&gt;Manner manner &lt;/em&gt;..! Malu sama orang orang disekililing man...! dasar orang kampung ga tau malu. Tahan sebentar kek! Kok bisa bisanya ngupil....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bud!" Anton berbisik tegas memanggil Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Budi dan Anton di undang mengikuti rapat rutin kepala cabang. Banyak agenda yang akan dibahas dalam rapat ini maka Budi dan Anton sebagai asisten Pak Joko yang nota bene membawahi para kepala kepala cabang ini diundang dalam rapat kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suaranya yang rendah dan berwibawa Pak Joko berkata "tolong dan silahkan kamu bersihkan hidung kamu dikamar mandi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OOO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6277517603584393136-6957650954351647120?l=meierjohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meierjohan.blogspot.com/feeds/6957650954351647120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6277517603584393136&amp;postID=6957650954351647120&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/6957650954351647120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6277517603584393136/posts/default/6957650954351647120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meierjohan.blogspot.com/2007/11/soso.html' title='So...So'/><author><name>Anonim KEMUDIAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
